RSS
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Virus Merah Jambu




24. Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. 




Wahai Saudaraku, (saatnya saya berbicara serius), taukah engkau wahai saudaraku betapa mirisnya hati ini ketika kita semua dilumpuhkan hatinya oleh cinta manusia (termasuk saya juga). Dari ayat diatas yang ditulis debgan lembut bhasnya, seakan akan menyatukan dua hati yang dibujuk asmaranya, ya asmara antara Kita dan Allah SWT. Tapi taukah tentang cinta cinta kita saat ini yang melebihi cinta kita kepada Allah SWT. Cinta yang membutakan hati, Cinta yang disebut cinta Buta, tapi hanya Cinta Pada Allah yang tak Buta. Tapi bukankah dari ayat diatas tadi Allah menyuruh tentang Cinta?. Ya Allah memang Menyuruh kita tentang Cinta, tapi cinta yang bagaimana dahulu. Seharusnya kita sudah mengetahui dimana sebenarnya kita meletakkan cinta itu. Di dasar Hati?? ya bisa saja, asal kita tau saja tentang porsinya. Banyak cinta cinta yang lahir dan terucap hanya membebankan individunya saja. Contoh saja, dari semua curhatan yang saya terima, baik dari teman teman ataupun adik kelas, mereka merasa galau ketika didatangkan cinta (cinta yang saya maksud tentu cinta kepada manusia). Bukankah itu bagian dari BEBAN cinta?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Persahabatan ! Hubungan apakah itu ?


Sepertinya, jika blog itu diwarnai dengan ketidakpastian dalam penulisan , akan apa artinya? Mungkin blog itu akan seperti diary umum. Dan sebenarnya diary itu jangan sampai dibaca atau dimengerti orang jika kita tidak menginginkannya (tapigueketebaktuh hahahah)Nah oleh sebab itu saya(yangselalugeje) ingin membagikan beberapa persepsi dalam posting blog kali ini yang saya beri label artikel? Kenapa?. Karena saya ingin membagikan beberapa pemahaman saya mengenai topik kali ini yang berjudul Persahabatan.

Kenapa saya memilih tema itu?. Itu dikarenakan oleh banyaknya macam persahabatan yang ada dalam kehidupan ini, macam yang marupakan variasi dari mana kita memandangnya, karena setiap orang memiliki persepsi masing masing tentang persahabatan. Nah inilah persepsi saya tentang persahabatan

Apakah persahabatan itu merupakan hubungan yang mengingat dua orang atau lebih ketika suka, lalu hubungan ituterputus ketika duka? Dapatkah kita menamakan hubungan semacam itu sebagai persahabatan? Ataukah kita tidak dapat menamakannya sebagai persahabatan dan, sebagai konsekuensinya , kita justru  mewaspadai  kelanjutan persahabatanseperti itu –jika masih dilandasi sifat serta sikap tercela?

Saya nyatakan lagi bahwa mewaspadai kelanjutan persahabatan seperti itu merupakan keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar. Tentunya, kita semua ingin menjahui ikatan persahabatan semu seperti itu. Kualitas persahabatan semacam itu tidak ubahnya dengan menempati rumah yang terbuat dari tanah yang dibangun di atas samudera. Bangunan tersebut terwujud hanya dalam khayalan belaka. Anda terhanyut dalam ilusi.

Di sisi lain, kita kerap menyaksikan orang-orang   menjalin persahabatan. Ikatan yang terbina tampak begitu kuat dan berhiaskan kasih sayang. Tetapi, dalam tempo tidak lama, kedekatan di antara mereka ambruk seiring dengan sinarnya berbagai maksud dan tujuan yang sifatnya sesaat. Karenanya, seseorang tidak akan merasa tenang dan aman dari temannya. Sudah semestinya dia selalu waspada agar tidak menyesal di kemudian hari. Dia perlu menghindari perjalanan yang berakhir pada kebuntuan sebab jalan yang akan dia tempuh itu ada ujungnya sebagaimana ada pangkalnya juga.

Kita jangan menerima begitu saja setiap orang yang mengaku bahwa dia adalah teman kita. Sebelumnya , kita perlu memahami watak/kepribadian serta motif/tujuannya menggalang persahabatan. Setelah mengenal secara garis besar, barulah kita menentukan apakah patut kita menjalin persahabatan dengannya atau dengan tegas kita katakan bahwa dia bukan orang yang tepat untuk dijadikan sahabat.

Nah kalimat kalimat ini juga ada sebagian yang saya olah, dari buku yang saya baca!
Semoga bermanfaat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Membahagiakan Kedua Orang Tua yang Telah Wafat



Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah , masih diberikan kesempatan untuk menulis posting, yang saya ingin gunakan untuk menulis hal ini.


Menulis memang menjadi bagian yang tak terlepas dari hidup ini, tapi jika tidak dibiasakan menulis akan mejadi momok yang menyebalkan (bener kan?)

Nah kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya pribadi untuk kalian J. Semua orang didunia ini pasti ingin sekali membahagiakan kedua orang tuanya.  Dan setiap orang memiliki cara yang berbeda beda. Namun yang menjadi permasalan dalam topik ini adalah, bagaimana caranya kita membahagiakan kedua orang tua kita yang telah tiada.

Semoga tulisan yang saya ambil dari pengalaman pribadi ini, menjadi manfaat bagi anda yang juga ingin membahagiakan kedua orang tua anda yang telah tiada.

25 CARA MEMBAHAGIAKAN KEDUA ORANG TUA YANG TELAH TIADA

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kapankan TEMAN berubah MENJADI MUSUH

Sebelumnya , dengan permohonan maaf kepada para calon pembaca (ciieee guee) saya menulis posting ini, sebenarnya bukan bermaksud untuk mengajarkan kepada anda-khususnya yang memiliki sahabat-agar menjadi su`udzon, tapi adalah mencermati hal hal yang telah terjadi pada kehidupan persahabatan (yah khususnya buat persahabatan yang nggak didasari sama keimanan. Itu loh maksudnya)


Kembali kepada judul, kapankah seorang teman menjadi musuh? Pertanyaan yang ironis memang, tapi memang kenyataan nya itu sering terjadi. Ada apa gerangan? Mari kita jawab satu persatu pertanyaanya.
Disini (yah dimana lagi), saya menjawab, bahwa seorang teman berubah menjadi musuh ketika kita sudah kehilangan apa yang telah kita milki sebelumnya, itu bisa berupa apa saja, jabatan, materi atau apa saja yang dianggap suatu kelebihan. Mereka akan meminta lebih tanpa memikirkan kondisi mungkin atau tidaknya.

Jika begitu, maka persahabatan yang dilalui itu berdasarkan dari ketamakan diri masing masing. Akibatnya ketika jika yang dia inginkan itu telah sirna, maka sirnalah pula kesungguhan dalam berteman. Dan alasan alasan (yang sebenarnya klise) selalu memilki sisi. Mereka berteman dengan selalu mengharap (lebih banyak) manfaat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jilbab itu BUKAN PILIHAN KAWAN!!


Allah Swt. telah memerintah kepada kaum wanita dan anak-anak perempuan untuk mengenakan hijab (jilbab)untuk itu, Allah berfirman kepada Nabi-Nya.

  • Surat Al-Ahzab ayat 59 (33:59)

    Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan hijab keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebihi mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • Surat An-Nuur: ayat 31 (24:31)
    Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasanny, kecuali yang biasa tampak padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putri mereka atau putra-putri suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau buda-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang beriman supaya kamu beruntung ” 


 Selanjutnya, Nabi langsung melaksanakan perintah Allah kepada semua istri dan anak-anak perempuannya dan juga semua wanita kaum mukmin,
sehingga perkara hijab telah dikenal dan membudaya di kalangan semua wanita kaum muslim, baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa. Hal ini tergambarkan melalui Hadist yang diceritakan oleh ‘Aisyah yang berbunyi.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ لِي صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِي فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَيَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِي


Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Ayahnya dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; Aku pernah bermain bersama anak-anak perempuan di dekat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan aku juga mempunyai teman-teman yang biasa bermain denganku, apabila Rasulullah shallaallahu'alaihi wa sallam masuk, mereka bersembunyi dari beliau. Sehingga beliau memanggil mereka supaya bermain bersamaku.


 Wahai wanita yang meninggalkan jilbabnya, saya mempunyai kisah yang kupersembahkan buat siapa yang mau. Mengapa teman-teman ‘Aisyah bersembunyi dan menutupi diri dari Nabi, padahal Nabi adalah orang yang mulia lagi suci? Jika kalian katakan bahwa mereka malu kepadanya, lalu mengapa kalian tidak merasa malu? Jika kalian mengatakan bahwa mereka bersikap demikian untuk menutupi dirinya dari Nabi, lalu mengapa kalian tidak berakal untuk mencernanya? Memang ada orang yang berfilsafat menentang kami, tiba-tiba ia mengatakan: “jilbab itu dulu hanya tradisi Arab.” Maka kami katakan kepadanya bahwa sesungguhnya perintah mengenakan hijab ini terdapat pada surat Al-Ahzaab melalui salah satu ayatnya dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan tradisi. Semoga Allah memberi petunjuk kepada anda.


#TIPS
Cara berpakaian menurut islami
1.     Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan.( QS.An-Nur : 31, Al-Ahzab : 59 ).
2.     Bukan berfungsi sebagai perhiasan.( QS. An-Nur : 31, Al-Ahzab : 33 )
3.     Kainnya harus tebal, tidak tipis. ( HR. Abu Dawud )
4.     Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya. ( HR. Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan Ad-Dhiya )
5.     Tidak diberi wewangian atau parfum.( HR. An-Nasa’i, HR. Muslim )
6.     Tidak menyerupai laki-laki. ( HR. Abu Dawud, HR. Ahmad, HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad )
7.     Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. ( HR. Ahmad, HR. Muslim, HR. At-Tabrani )
8.     Bukan libas syuhrah ( pakaian popularitas ). ( HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Se-bergensi Apakah Science dimata Dunia?



Sains dipandang bergengsi, , karena benar dalam banyak hal. Dalam khyalan masyarakat, ilmuwan bejas putih merupakan sumber pengetahuan sejati, bukan haya sekedar opini. Fakta bahwa si Ilmuwan sengaja atau tidak sengaja, ingin membuat banyak orang kagum dan terhormat kepada pernyataan-pernyataannya dimana kondisi ini mengkukuhkan posisi nya yang semakin dikagumi para masyarakat awam. Banyak orang yang ingin mengaitkan pendapat mereka dengan otoritas ilmuwan, menggunaka jas putih berupa istilah sains agar pernyataan mereka terkesan ilmiah.

Justru yang patut diwaspadai adalah dengan sains mereka mengelabui sasaran sehinggamenganggap yang dinyatakan itu bersifat ilmiah dan didukung percobaan objectif

Saya ambil contohnya, dari buku yang saya baca adalah seperti ini.
Sindrom amotivasional dipertahankan oleh tekanan sekelompok umur, kecuali apabila orientasi  pencapaian memebentuk aspek dominan  mileu edukasional dan sosial
(yang kira kira artinya adalah bahwa orang orang tidak bekerja kalau teman teman nya tidak bekerja, kecuali kalau orang itu mau berhasil. Nah, itu bisa benar atau tidak , tapi banyak yang takut mempertanyakan pernytaan yang di bungkus sedemikin sehingga tampak seperti pendapat pakar)

Jas putih istilah teknis begitu kemilau, sehingga membuat penyimaknya buta terhadap nilai yang sebenarnya tentang pernyataan itu. Ketimbang menilai pernyataan yang benar atau didasarkan bukti walau menentang nya, audiens silau oleh jarrgon. Sains mengurusi hal hal yang dimulai dari atom hingga bintang pada tingkat dimana perbedaan individual tak penting. Ilmuwan berbicara mengenai segala benda yang menggelinding atau apa saja dan merumuskan hukum hukum umum untuk di uji dengan percobaan. Masalahnya pada manusia perbedaan idividual memang penting. Sering sekali tak seperti bola menggelinding, orang ingin melakukan berbagai macam hal. Walau bisa jadi itu mngahlangi sikap kita berpikir ilmiah dalam perkara manusia, kenyataan tersebut tak mengubah kita bersikap sok ilmiah . Yang kita lakukan adalah menambahkan kata `science` kepada bidangnya sehingga kita punya “economic science”, “political Science”. Lalu kita tutupi dengan jas putih bahasa sains , dan berharap tidak ada yang melihat perbedaanya.

Pernyataan pernyataan ini semakin kuat adanya, dengan keberadaan science di sekitar kita. Pernyataan Science yang membingungkan layak dipelajari dengan susah payah . Tahun tahun dihabiskan untuk mempelajari tidak hanya akan di ganjar dengan gelar doktor , tetapi juga kemampuan mengelabui audiens sehingga mereka percaya Anda Tahu apa Yang Anda Bicarakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Islam dan Astronomi







Buat temen ku yang suka Astronomi; Rahida, Kakakku yangi  suka ngedengerin aku curcol; Teh Intan, dan Semuanya pengagum pengetahuan astronomi (Xaviesta)

Jadi gini, sehubungan dengan banyaknya seluruh pengetahuan yang bertopang pada Al-Qur`an, saya cuman ingin menghubungkannya saja dengan astronomi. Kenapa? ya karena semua orang yang berada di dekat saya banyak yang menyukai Astronomi. Kenapa nggak Fisika? Matematika? yah, nanti Insya ALLAH di bahas satu satu di postingan berikutnya!

Hubungan Muslim dan Astronomi sangat kuat, karena sejumlah praktik ajaran Islam membutuhkan sejumlah pengetahuan Astronomi. Peredaran bulan dan matahari sangat penting bagi kehidupan Muslim sehari hari. Bulan bagi kaum muslim berguna untuk menentukan Puasa; Astronomi dibutuhkan untuk menentukan arah Kiblat ke Ka`bah ketika shalat. Wajar kan jika seandainya rujukan Al`Qur`an tentang langit bulan dan matahari dipandang sebagai ilham kaum muslimin untuk mempelajari astronomi. Astronom Muslimah yang pertama tama membangun observatorium adalah Hulaqu, putra Jengis Khan (Khan, bukan Han. Kayak film apa saudara?) di Persia.Selain itu kaum Muslimin menemukan kalender matahari paling tepat, lebih unggul dari kalender  Julian.

Referensi :
Kalender Julian diusulkan oleh astronom Sosigenes, diberlakukan oleh Julius Caesar sejak 1 Januari 45 sebelum Masehi. Setiap 3 tahun terdapat 365 hari, setiap tahun ke-4 terdapat 366 hari. Terlambat 1 hari dari ekuinoks setiap 128 tahun.
Era sebelum tahun 45 SM, dinamakan era bingung, karena Julius Caesar menyisipkan 90 hari ke dalam kalender tradisional Romawi, untuk lebih mendekati ketepatan pergantian musim. Penyisipan ini sedemikian cerobohnya sehingga bulan-bulan dalam kalender itu tidak lagi tepat. Akhirnya dengan saran Sosigenes, seorang astronom dari Iskandariyah, Caesar menetapkan kalendernya menjadi 12 bulan, masing-masing dengan jumlah hari tertentu seperti sekarang, dengan penetapan tahun kabisat setiap 4 tahun, dengan keyakinan bahwa panjang 1 tahun surya adalah 365,25 hari saat itu. Dengan cara ini setiap 128 tahun, kalender ini kebanyakan satu hari.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BERSAMA PARA WALI ALLAH


Karena Laptop yang baru jalan beberapa hari ini. Jadi langsung nggak bisa nahan untuk posting.

Sekedar Share dari buku yang saya baca, ini adalah suatu kisah yang banyak mengandung hikmah.
.....


Pada suatu malam yang hening dan sejuk, salah seorang wali Allah yang shaleh, Abu Yazid Al Busthami Ra sedang tidur nyenyak. Tiba-tiba seperti ada suara yang memanggilnya, “Ya Abu Yazid, malam ini adalah hari raya orang Nasrani. Pergilah engkau ke biara mereka, dan sampaikan risalah nabimu Muhammad.”


Abu Yazid segera bangkit dari tidurnya dan pergi ke salah satu biara Nasrani. Setiba di sana, ia duduk di tengah-tengah mereka. Dia mengira tidak ada orang yang mengenalnya. Akan tetapi tiba-tiba pastur mereka berkata, “Aku tidak bisa meneruskan khotbahku ini sebelum pengikut Muhammad keluar dari ruangan ini.” Pastur itu berkata demikian sambil menuding Yazid agar meninggalkan ruangan itu.


Para jamaah pastur tidak mengerti. Merek bertanya, “Darimana pastur tahu kalau dia pengikut Muhammad?”

Pastur itu menjawab, “Pada wajah pengikut Muhammad terdapat bekas sudjudnya!”Akhirnya jamaah yang ada di biara itu serentak memerintahkan kepada Abu Yazid agar keluar dari tempat itu. Akan tetapi Abu Yazid bersikeras. Katanya, “Aku tidak akan meninggalkan tempat ini hingga Allah menentukan antara aku dan kalian karena Dia-lah Yang Maha Pemutus segala perkara.”Maka pastur itu berkata kepada Abu Yazid, “Aku berikan kesempatan kepada tuan untuk tinggal di sini dan menjawab semua pertanyaanku. Kalau tuan bisa menjawab semua pertanyaanku, kami akan beriman bahwa Tuhan itu satu, dan bahwa Muhammad adalah Rausullah SAW. Akan tetapi , kalau tuan tidak bisa menjawab, meskipun hanya satu pertanyaan, tuan harus menemui resiko. Kami akan memenggal kepala tuan. Bagaimana, apakah tuan setuju?”

Abu Yazid Ra menjawab, “Tanyalah apa yang tuan hendak tanyakan, karena Allah Ta’ala sudah berfirman: “Takutlah hanya kepada Allah, Allah mengajarmu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Baqarah 282)


Lalu pastur itu berdiri dan memulai pertanyaan-pertanyaannya satu demi satu.


Pastur       : Siapa satu yang tidak ada duanya?

Abu Yazid    : Satu yang tidak ada duanya ialah “Qul huwallahu Ahad.”

Pastur       : Apa dua yang tidak ada ketiganya?

Abu Yazid    : Dua yang tidak ada ketiganya ialah firman Allah: “Kami telah menjadikan malam dan siang sebagai kedua ayat Allah.”

Pastur       : Apa tiga yang tidak ada keempatnya?

Abu Yazid    : Alasan Musa kepada Khaidir, yaitu tenggelamnya perahu, pembunuhan anak muda, dan pendirian bangunan tembok, lalu sesudah itu ia mengatakan, “Inilah perpisahanku dengan engkau.”
Patur        : Apa empat yang tidak ada kelimanya?
Abu Yazid    : Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quranul Karim (Kitab-kitab Allah).

Pastur       : Apa lima yang tidak ada keenamnya?

Abu Yazid    : Yakni shalat yang lima waktu bagi kaum muslimin.

Pastur       : Apa enam yang tidak ada ketujuhnya?

Abu Yazid    : Yaitu waktu yang ditetapkan Allah dalam penciptaan langit dan bumi. Antara lain dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.” (Qaaf 38)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Imam Abu Hanifah R.A Menangkis Serangan Para Atheis




I.Kapan Allah itu ada?
Atheis`                  :Pada tahun berapa Robbmu dilahirkan?
Abu Hanifah       :Allah berfirman: “Dia (Allah) tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.”
Atheis                   :Pada tahun berapa Dia berada?
Abu Hanifah       :Dia berada sebelum adanya sesuatu.
Atheis                   :Kami mohon diberi contoh yang lebih jelas dari kenyataan!
Abu Hanifah       :Angka berapa sebelum angka empat?
Atheis                   :Angka Tiga
Abu Hanifah       :Angka berapa sebelum angka tiga?
Atheis                   :Angka dua
Abu Hanifah       :Angka berapa sebelum angka dua?
Atheis                   :Angka satu
Abu Hanifah       :Angka berapa sebelum angka satu?
Atheis                   :Tidak ada angka (nol).
Abu Hanifah       :Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa kalian heran kalau sebelum Allah Yang Maha Satu yang hakiki, tidak ada yang mendahului-Nya?

II. Maksud Allah Menghadap Wajahnya
Atheis                   : Kemana Robbmu menghadapkan wajahnya?
Abu Hanifah       : Kalau kalian membawa lampu di gelap malam,kemana lampu itu menghadapkan wajahnya?
Atheis                   : Ke seluruh penjuru.
Abu Hanifah       : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma
buatan itu, bagaimana dengan Alloh Ta′ala, nur cahaya langit dan bumi?.

III. Zat Allah SWT
Atheis                   : Tunjukkan kepada kami tentang zat Robbmu, apakah ia benda padat seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Abu Hanifah       : Pernahkah kalian mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
Atheis                   : Ya, pernah.
Abu Hanifah       : Semula ia berbicara dengan kalian dan mengge rak-gerakkan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam dan tidak bergerak. Nah apa yang menimbulkan perubahan itu?
Atheis                   : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Abu Hanifah       : Apakah waktu keluarnya roh itu kalian masih ada disana?
Atheis                   : Ya, kami masih ada
Abu Hanifah       :Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat, seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Atheis                   : Entahlahlah kami tidak tahu.
Abu Hanifah       : Kalau kalian tidak bisa mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana kalian bisa memaksaku untuk mengutarakan zat Alloh Ta′ala?!!

IV. Dimana Allah SWT

Atheis                   : Dimana kira-kira Robbmu itu berada?
Abu Hanifah       : Kalau kami membawa segelas susu segar ke sini, apakah kalian yakin kalau dalam t zat minyaknya (lemak)
Atheis                   : Tentu
Abu Hanifah       : Tolong perlihatkan padaku, dimana adanya Zat minyak itu
Atheis                   : Membaur dalam seluruh bagiannya
Abu Hanifah       : Kalau minyak yang makhluk itu tidak mempunyai tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak kalian meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Alloh ta′ala?

V. Takdir Allah SWT

Atheis                   : Kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, lalu apa kegiatan Robbmu kini?
Abu Hanifah       : Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan
Atheis                   : Kalau orang masuk syurga ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Abu Hanifah       : Hitungan angka pun ada awalnya tapi tidak ada akhirnya
Atheis                   : Bagaimana kita bisa makan dan minum disyurga tanpa buang air besar dan kecil?
Abu Hanifah       : Kalian sudah mempraktekkannya ketika kalian berada di dalam perut ibu kalian. Hidup dan makan-minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita lakukan hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.
Atheis                   : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dengan dinafkahkan?
Abu Hanifah       : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak,seperti ilmu. Semakin diberikan ilmu kita semakin berkembang dan tidak berkurang.

VI. Bukti Adanya Allah

Atheis                   : Perlihatkan bukti keberadaan Robbmu kalau memang dia ada

Abu Hanifah ra berbisik kepada khadamnya agar mengambil tanah liat, lalu dilemparkannya tanah liat itu ke kepala pemimpin orang atheis itu . Para hadirin gelisah melihat peristiwa itu, khawatir terjadi keributan, tetapi Abu Hanifah menjelaskan bahwa hal ini dalam rangka untuk menjelaskan jawaban yang di minta kepadanya. Hal ini membuat orang atheis mengenyitkan dahi,

Abu Hanifah       : Apakah lemparan itu menimbulkan rasa sakit di kepala anda?
Atheis                   : Ya, tentu saja.
abu hanifah        : Dimana letak sakitnya?
Atheis                   : Ya, ada pada luka ini.
Abu Hanifah       : Tunjukkanlah padaku bahwa sakitnya itu memang ada, baru akan menunjukkan kepadamu dimana Robbku!

Orang atheis itu tidak menjawab tentu saja tidak bisa menunjukkan rasa sakitnya, karena itu adalah suatu rasa dan ghaib tapi rasa sakit itu memang ada.

Atheis                   : Baik dan buruk sudah ditakdirkan sejak azal, tetapi kenapa ada pahala dan siksa?
Abu hanifah           : Kalau anda sudah mengerti bahwa baik dan buruk itu bagian takdir, mengapa anda kini menuntut aku agar di hukum karena melempar tanah liat ke dahi anda? bukankah perbuatan itu bagian dari takdir?

Akhirnya perdebatan itu berakhir dengan masuk Islamnya para atheis tersebut di tangan Al Imam abu hanifah radhiallahu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS