RSS

Se-bergensi Apakah Science dimata Dunia?



Sains dipandang bergengsi, , karena benar dalam banyak hal. Dalam khyalan masyarakat, ilmuwan bejas putih merupakan sumber pengetahuan sejati, bukan haya sekedar opini. Fakta bahwa si Ilmuwan sengaja atau tidak sengaja, ingin membuat banyak orang kagum dan terhormat kepada pernyataan-pernyataannya dimana kondisi ini mengkukuhkan posisi nya yang semakin dikagumi para masyarakat awam. Banyak orang yang ingin mengaitkan pendapat mereka dengan otoritas ilmuwan, menggunaka jas putih berupa istilah sains agar pernyataan mereka terkesan ilmiah.

Justru yang patut diwaspadai adalah dengan sains mereka mengelabui sasaran sehinggamenganggap yang dinyatakan itu bersifat ilmiah dan didukung percobaan objectif

Saya ambil contohnya, dari buku yang saya baca adalah seperti ini.
Sindrom amotivasional dipertahankan oleh tekanan sekelompok umur, kecuali apabila orientasi  pencapaian memebentuk aspek dominan  mileu edukasional dan sosial
(yang kira kira artinya adalah bahwa orang orang tidak bekerja kalau teman teman nya tidak bekerja, kecuali kalau orang itu mau berhasil. Nah, itu bisa benar atau tidak , tapi banyak yang takut mempertanyakan pernytaan yang di bungkus sedemikin sehingga tampak seperti pendapat pakar)

Jas putih istilah teknis begitu kemilau, sehingga membuat penyimaknya buta terhadap nilai yang sebenarnya tentang pernyataan itu. Ketimbang menilai pernyataan yang benar atau didasarkan bukti walau menentang nya, audiens silau oleh jarrgon. Sains mengurusi hal hal yang dimulai dari atom hingga bintang pada tingkat dimana perbedaan individual tak penting. Ilmuwan berbicara mengenai segala benda yang menggelinding atau apa saja dan merumuskan hukum hukum umum untuk di uji dengan percobaan. Masalahnya pada manusia perbedaan idividual memang penting. Sering sekali tak seperti bola menggelinding, orang ingin melakukan berbagai macam hal. Walau bisa jadi itu mngahlangi sikap kita berpikir ilmiah dalam perkara manusia, kenyataan tersebut tak mengubah kita bersikap sok ilmiah . Yang kita lakukan adalah menambahkan kata `science` kepada bidangnya sehingga kita punya “economic science”, “political Science”. Lalu kita tutupi dengan jas putih bahasa sains , dan berharap tidak ada yang melihat perbedaanya.

Pernyataan pernyataan ini semakin kuat adanya, dengan keberadaan science di sekitar kita. Pernyataan Science yang membingungkan layak dipelajari dengan susah payah . Tahun tahun dihabiskan untuk mempelajari tidak hanya akan di ganjar dengan gelar doktor , tetapi juga kemampuan mengelabui audiens sehingga mereka percaya Anda Tahu apa Yang Anda Bicarakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Islam dan Astronomi







Buat temen ku yang suka Astronomi; Rahida, Kakakku yangi  suka ngedengerin aku curcol; Teh Intan, dan Semuanya pengagum pengetahuan astronomi (Xaviesta)

Jadi gini, sehubungan dengan banyaknya seluruh pengetahuan yang bertopang pada Al-Qur`an, saya cuman ingin menghubungkannya saja dengan astronomi. Kenapa? ya karena semua orang yang berada di dekat saya banyak yang menyukai Astronomi. Kenapa nggak Fisika? Matematika? yah, nanti Insya ALLAH di bahas satu satu di postingan berikutnya!

Hubungan Muslim dan Astronomi sangat kuat, karena sejumlah praktik ajaran Islam membutuhkan sejumlah pengetahuan Astronomi. Peredaran bulan dan matahari sangat penting bagi kehidupan Muslim sehari hari. Bulan bagi kaum muslim berguna untuk menentukan Puasa; Astronomi dibutuhkan untuk menentukan arah Kiblat ke Ka`bah ketika shalat. Wajar kan jika seandainya rujukan Al`Qur`an tentang langit bulan dan matahari dipandang sebagai ilham kaum muslimin untuk mempelajari astronomi. Astronom Muslimah yang pertama tama membangun observatorium adalah Hulaqu, putra Jengis Khan (Khan, bukan Han. Kayak film apa saudara?) di Persia.Selain itu kaum Muslimin menemukan kalender matahari paling tepat, lebih unggul dari kalender  Julian.

Referensi :
Kalender Julian diusulkan oleh astronom Sosigenes, diberlakukan oleh Julius Caesar sejak 1 Januari 45 sebelum Masehi. Setiap 3 tahun terdapat 365 hari, setiap tahun ke-4 terdapat 366 hari. Terlambat 1 hari dari ekuinoks setiap 128 tahun.
Era sebelum tahun 45 SM, dinamakan era bingung, karena Julius Caesar menyisipkan 90 hari ke dalam kalender tradisional Romawi, untuk lebih mendekati ketepatan pergantian musim. Penyisipan ini sedemikian cerobohnya sehingga bulan-bulan dalam kalender itu tidak lagi tepat. Akhirnya dengan saran Sosigenes, seorang astronom dari Iskandariyah, Caesar menetapkan kalendernya menjadi 12 bulan, masing-masing dengan jumlah hari tertentu seperti sekarang, dengan penetapan tahun kabisat setiap 4 tahun, dengan keyakinan bahwa panjang 1 tahun surya adalah 365,25 hari saat itu. Dengan cara ini setiap 128 tahun, kalender ini kebanyakan satu hari.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BERSAMA PARA WALI ALLAH


Karena Laptop yang baru jalan beberapa hari ini. Jadi langsung nggak bisa nahan untuk posting.

Sekedar Share dari buku yang saya baca, ini adalah suatu kisah yang banyak mengandung hikmah.
.....


Pada suatu malam yang hening dan sejuk, salah seorang wali Allah yang shaleh, Abu Yazid Al Busthami Ra sedang tidur nyenyak. Tiba-tiba seperti ada suara yang memanggilnya, “Ya Abu Yazid, malam ini adalah hari raya orang Nasrani. Pergilah engkau ke biara mereka, dan sampaikan risalah nabimu Muhammad.”


Abu Yazid segera bangkit dari tidurnya dan pergi ke salah satu biara Nasrani. Setiba di sana, ia duduk di tengah-tengah mereka. Dia mengira tidak ada orang yang mengenalnya. Akan tetapi tiba-tiba pastur mereka berkata, “Aku tidak bisa meneruskan khotbahku ini sebelum pengikut Muhammad keluar dari ruangan ini.” Pastur itu berkata demikian sambil menuding Yazid agar meninggalkan ruangan itu.


Para jamaah pastur tidak mengerti. Merek bertanya, “Darimana pastur tahu kalau dia pengikut Muhammad?”

Pastur itu menjawab, “Pada wajah pengikut Muhammad terdapat bekas sudjudnya!”Akhirnya jamaah yang ada di biara itu serentak memerintahkan kepada Abu Yazid agar keluar dari tempat itu. Akan tetapi Abu Yazid bersikeras. Katanya, “Aku tidak akan meninggalkan tempat ini hingga Allah menentukan antara aku dan kalian karena Dia-lah Yang Maha Pemutus segala perkara.”Maka pastur itu berkata kepada Abu Yazid, “Aku berikan kesempatan kepada tuan untuk tinggal di sini dan menjawab semua pertanyaanku. Kalau tuan bisa menjawab semua pertanyaanku, kami akan beriman bahwa Tuhan itu satu, dan bahwa Muhammad adalah Rausullah SAW. Akan tetapi , kalau tuan tidak bisa menjawab, meskipun hanya satu pertanyaan, tuan harus menemui resiko. Kami akan memenggal kepala tuan. Bagaimana, apakah tuan setuju?”

Abu Yazid Ra menjawab, “Tanyalah apa yang tuan hendak tanyakan, karena Allah Ta’ala sudah berfirman: “Takutlah hanya kepada Allah, Allah mengajarmu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Baqarah 282)


Lalu pastur itu berdiri dan memulai pertanyaan-pertanyaannya satu demi satu.


Pastur       : Siapa satu yang tidak ada duanya?

Abu Yazid    : Satu yang tidak ada duanya ialah “Qul huwallahu Ahad.”

Pastur       : Apa dua yang tidak ada ketiganya?

Abu Yazid    : Dua yang tidak ada ketiganya ialah firman Allah: “Kami telah menjadikan malam dan siang sebagai kedua ayat Allah.”

Pastur       : Apa tiga yang tidak ada keempatnya?

Abu Yazid    : Alasan Musa kepada Khaidir, yaitu tenggelamnya perahu, pembunuhan anak muda, dan pendirian bangunan tembok, lalu sesudah itu ia mengatakan, “Inilah perpisahanku dengan engkau.”
Patur        : Apa empat yang tidak ada kelimanya?
Abu Yazid    : Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quranul Karim (Kitab-kitab Allah).

Pastur       : Apa lima yang tidak ada keenamnya?

Abu Yazid    : Yakni shalat yang lima waktu bagi kaum muslimin.

Pastur       : Apa enam yang tidak ada ketujuhnya?

Abu Yazid    : Yaitu waktu yang ditetapkan Allah dalam penciptaan langit dan bumi. Antara lain dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.” (Qaaf 38)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Imam Abu Hanifah R.A Menangkis Serangan Para Atheis




I.Kapan Allah itu ada?
Atheis`                  :Pada tahun berapa Robbmu dilahirkan?
Abu Hanifah       :Allah berfirman: “Dia (Allah) tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.”
Atheis                   :Pada tahun berapa Dia berada?
Abu Hanifah       :Dia berada sebelum adanya sesuatu.
Atheis                   :Kami mohon diberi contoh yang lebih jelas dari kenyataan!
Abu Hanifah       :Angka berapa sebelum angka empat?
Atheis                   :Angka Tiga
Abu Hanifah       :Angka berapa sebelum angka tiga?
Atheis                   :Angka dua
Abu Hanifah       :Angka berapa sebelum angka dua?
Atheis                   :Angka satu
Abu Hanifah       :Angka berapa sebelum angka satu?
Atheis                   :Tidak ada angka (nol).
Abu Hanifah       :Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa kalian heran kalau sebelum Allah Yang Maha Satu yang hakiki, tidak ada yang mendahului-Nya?

II. Maksud Allah Menghadap Wajahnya
Atheis                   : Kemana Robbmu menghadapkan wajahnya?
Abu Hanifah       : Kalau kalian membawa lampu di gelap malam,kemana lampu itu menghadapkan wajahnya?
Atheis                   : Ke seluruh penjuru.
Abu Hanifah       : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma
buatan itu, bagaimana dengan Alloh Ta′ala, nur cahaya langit dan bumi?.

III. Zat Allah SWT
Atheis                   : Tunjukkan kepada kami tentang zat Robbmu, apakah ia benda padat seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Abu Hanifah       : Pernahkah kalian mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
Atheis                   : Ya, pernah.
Abu Hanifah       : Semula ia berbicara dengan kalian dan mengge rak-gerakkan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam dan tidak bergerak. Nah apa yang menimbulkan perubahan itu?
Atheis                   : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Abu Hanifah       : Apakah waktu keluarnya roh itu kalian masih ada disana?
Atheis                   : Ya, kami masih ada
Abu Hanifah       :Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat, seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Atheis                   : Entahlahlah kami tidak tahu.
Abu Hanifah       : Kalau kalian tidak bisa mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana kalian bisa memaksaku untuk mengutarakan zat Alloh Ta′ala?!!

IV. Dimana Allah SWT

Atheis                   : Dimana kira-kira Robbmu itu berada?
Abu Hanifah       : Kalau kami membawa segelas susu segar ke sini, apakah kalian yakin kalau dalam t zat minyaknya (lemak)
Atheis                   : Tentu
Abu Hanifah       : Tolong perlihatkan padaku, dimana adanya Zat minyak itu
Atheis                   : Membaur dalam seluruh bagiannya
Abu Hanifah       : Kalau minyak yang makhluk itu tidak mempunyai tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak kalian meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Alloh ta′ala?

V. Takdir Allah SWT

Atheis                   : Kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, lalu apa kegiatan Robbmu kini?
Abu Hanifah       : Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan
Atheis                   : Kalau orang masuk syurga ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Abu Hanifah       : Hitungan angka pun ada awalnya tapi tidak ada akhirnya
Atheis                   : Bagaimana kita bisa makan dan minum disyurga tanpa buang air besar dan kecil?
Abu Hanifah       : Kalian sudah mempraktekkannya ketika kalian berada di dalam perut ibu kalian. Hidup dan makan-minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita lakukan hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.
Atheis                   : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dengan dinafkahkan?
Abu Hanifah       : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak,seperti ilmu. Semakin diberikan ilmu kita semakin berkembang dan tidak berkurang.

VI. Bukti Adanya Allah

Atheis                   : Perlihatkan bukti keberadaan Robbmu kalau memang dia ada

Abu Hanifah ra berbisik kepada khadamnya agar mengambil tanah liat, lalu dilemparkannya tanah liat itu ke kepala pemimpin orang atheis itu . Para hadirin gelisah melihat peristiwa itu, khawatir terjadi keributan, tetapi Abu Hanifah menjelaskan bahwa hal ini dalam rangka untuk menjelaskan jawaban yang di minta kepadanya. Hal ini membuat orang atheis mengenyitkan dahi,

Abu Hanifah       : Apakah lemparan itu menimbulkan rasa sakit di kepala anda?
Atheis                   : Ya, tentu saja.
abu hanifah        : Dimana letak sakitnya?
Atheis                   : Ya, ada pada luka ini.
Abu Hanifah       : Tunjukkanlah padaku bahwa sakitnya itu memang ada, baru akan menunjukkan kepadamu dimana Robbku!

Orang atheis itu tidak menjawab tentu saja tidak bisa menunjukkan rasa sakitnya, karena itu adalah suatu rasa dan ghaib tapi rasa sakit itu memang ada.

Atheis                   : Baik dan buruk sudah ditakdirkan sejak azal, tetapi kenapa ada pahala dan siksa?
Abu hanifah           : Kalau anda sudah mengerti bahwa baik dan buruk itu bagian takdir, mengapa anda kini menuntut aku agar di hukum karena melempar tanah liat ke dahi anda? bukankah perbuatan itu bagian dari takdir?

Akhirnya perdebatan itu berakhir dengan masuk Islamnya para atheis tersebut di tangan Al Imam abu hanifah radhiallahu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS